Wellcome in My Blog

Sistem informasi untuk masa mendatang ada baiknya lebih diperhatikan pengembangan dan penyampaiannya kepada msyarakat umum agar dengan adanya sistem informasi tidak terjadi penyalagunaan dan kritik2 yang tidak relevan dengan situasi dan kondisi yang ada akan tetapi memberikan pola pengembangan dari sistem agar tujuan dari sistem informasi tersebut dapat tercapai dan mendalam maknanya.

salam...... :)

Find

7 Mei 2011

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI


1.  Teori  Sistem Informasi
1.1   Pengertian Sistem
  Berdasarkan buku penerbit Andi Yogyakarta, karangan ”Abdul kadir” (2003:55) bahwa Sistem dapat didefenisikan sebagai ”Sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Menurut  Jerry FitzGerald & Warren D. Stalling, Jr. (2001:1) “Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi dan lebih menekankan pada komponennya untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Menurut Jogianto Hartono (2005:34) mengatakan bahwa :
 Sistem dapat didefenisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari prosedur – prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Model umum sebuah sistem adalah input, proses dan output yang merupakan sistem yang sangat sederhana, sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Sistem terdapat di dalam batas lingkungan berada diluar batas.
Gambar  : Model Sistem



Sumber : ”Sistem  Teknologi Informasi”, Penerbit Andi Yogyakarta.

Karakteristik sistem dibagi menjadi :
1.      Komponen Sistem
Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan, dapat berupa sub sistem atau bagian–bagian sistem.
2.      Batas Sistem
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan sistem luar sebagai kesatuan yang menunjukkan ruang lingkup sistem tersebut.
3.      Lingkungan Luar Sistem
Apapun di luar batas sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem, bersifat menguntungkan dan merugikan.
4.      Penghubung Sistem
(Interface) media penghubung antara sub sistem dengan sistem yang lain, memungkinkan suatu sub sistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang lain untuk membentuk satu kesatuan.
 5.      Masukan Sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem dapat berupa, masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (sinyal input).
6.      Keluaran Sistem
Hasil yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan pengolahan sistem, suatu sistem mempunyai bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
7.      Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective) kalau tidak sistem tidak akan ada gunanya.

1.2   Pengertian Informasi
            Menurut Tata Sutabri, S. Kom., MM (2001:5) menyatakan bahwa “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.
Menurut Abdul Kadir (2003:31) bahwa ”Informasi adalah data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut”.
Sedangkan sumber informasi adalah data. Merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kegiatan-kegiatan dan kesatuan nyata. Kegiatan - kegiatan (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu.
1.  Kualitas Informasi
a.   Akurat
Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa menyesatkan yang berarti juga informasi harus mencerminkan maksudnya dengan jelas.
  1. Tepat waktu
Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi yang telah usang tidak akan mempunyai arti lagi.
  1. Relevan
Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya dan relevansi informasi tiap-tiap orang berbeda-beda.
2.  Nilai Informasi
Informasi tidak dapat diukur dengan uang, karena informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan informasi tidak hanya dibutuhkan oleh satu orang saja dalam suatu instansi.
3.  Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk menghasilkan informasi. Dan penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh Jhon Burch disebut dengan siklus informasi (information cycles). Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycles). Menurut Analisis dan Desain Sistem Informasi, ANDI, Yogyakarta Jogiyanto Hartono.
Informasi yang baik mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
  1. Benar atau salah
Dalam hal ini, informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi yang salah mempercayainya, efeknya seperti kalau informasi itu benar.
  1. Baru
Informasi benar – benar baru bagi penerima.
  1. Tambahan
Informasi dapat memperbaharui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.
  1. Korektif
Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
  1. Penegas
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

1.3      Pengertian Sistem Informasi
Untuk memahami pengertian sistem informasi, harus dilihat keterkaitan antara data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk sistem informasi.
Jogiyanto Hartono (2005:15) ”Data merupakan nilai, keadaan, atau sifat yang berdiri sendiri lepas dari konteks apapun. Sementara informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya”.
Adapun elemen-elemen sistem, yaitu :
a.   Tujuan
Tujuan merupakan sasaran atau tujuan akhir dari pengolahan sistem.
b.   Batasan
Batasan merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya sehingga memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan dalam sebuah ruang lingkup.
c.    Penghubung Sistem
Penghubung sistem merupakan suatu media yang menghubungkan antara subsistem yang satu dengan subsistem yang lainnya yang memungkinkan sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem yang lain.
d.    Kontrol
Kontrol merupakan pengawasan dari pelaksanaan pencapaian tujuan sistem.
e.    Input
Input merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan.
f.   Proses
Proses merupakan bagian yang memproses masukan data menjadi keluaran berupa informasi yang sesuai dengan keinginan penerima.
g.   Output
Output merupakan keluaran atau tujuan akhir dari sistem.
h.   Umpan Balik
Umpan balik merupakan suatu reaksi yang dilakukan apabila mendapat suatu masukan.
Keterkaitan elemen – elemen yang terdapat pada sistem dapat dilihat pada gambar berikut :
 
Gambar : Keterkaitan Elemen – elemen sistem
Sumber : ”Pengenalan Sistem Informasi”, Penerbit Andi Yogyakarta. 
          
Menurut Abdul Kadir (2003:10) dalam bukunya ”Pengenalan Sistem Informasi”, sebagai berikut :
 Sistem Informasi adalah sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem informasi berbasis web adalah sebuah rangkaian data yang dikumpulkan dan diolah menjadi informasi yang terdapat di internet yang dapat dipakai oleh seluruh pengguna internet.       

1.4      Siklus Hidup Sistem Informasi
Menurut E. Kendall & Julie E. Kendall, (2003:11)  mengatakan bahwa :
Siklus Hidup Sistem Informasi adalah pendekatan melalui beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus kegiatan penganalisis dan pamakai secara spesifik dan beberapa aktifitas muncul secara simultan, dan aktifitas tersebut dilakukan secara berulang  dalam tahap – tahap dengan aktivitas yang saling tumpang tindih satu sama lainnya dan menuju tujuan terakhir dan tidak dalam langkah – langkah terpisah.
                Siklus hidup sistem informasi terdiri dari tujuh tahap yaitu :
1.   Mengidentifikasi Masalah, peluang dan Tujuan
       Di tahap pertama dari siklus hidup sistem informasi ini, penganalisis mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan yang akan dicapai, penganalisis menentukan dengan tepat berbagai masalah, peluang adalah situasi dimana penganalisis yakin bahwa peningkatan bisa dilakukan melalui penggunaan sistem informasi terkomputerisasi, mengidentifikasi tujuan menjadi komponen terpenting pada tahap ini.
2.   Menentukan Syarat – syarat informasi
Dalam tahap berikutnya penganalisis memasukkan apa saja yang menentukan syarat – syarat informasi diantaranya perangkat – perangkat yang dipergunakan untuk menetapkan syarat – syarat informasi di dalam bisnis diantaranya menentukan sampel dan memeriksa data mentah, wawancara, mengamati perilaku pembuat keputusan, penganalisis berusaha keras untuk memahami informasi apa yang dibutuhkan pemakai agar bisa ditampilkan dalam pekerjaan.
3.   Menganalisis Kebutuhan Sistem
Dalam tahap berikutnya yaitu menganalisis kebutuhan sistem, perangkat dan teknik tertentu akan membantu penganalisis menentukan kebutuhan, perangkat yang dimaksud adalah penggunaan diagram aliran data untuk menyusun daftar input, proses, dan output.
4.   Merancang Sistem yang direkomendasikan
Dalam tahap desain dari siklus hidup sistem informasi, penganalisis menggunakan infromasi yang terkumpul sebelumnya untuk mencapai desain sistem informasi yang logik.
5.   Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak
Dalam tahap kelima dari siklus hidup sistem informasi, penganalisis bekerjasama dengan pemogram untuk mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan, penganalisis juga bekerjasama dengan pamakai untuk mengembangkan dokumentasi perangkat lunak yang efektif.
6.   Menguji dan Mempertahankan Sistem
Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan pengujian, mempertahankan sistem dan dokumentasinya dimulai ditahap ini dan dilakukan secara rutin selama sistem informasi dijalankan, sebagian kerja rutin pemogram adalah melakukan pemeliharaan.
 7.   Mengimplementasikan dan Mengevaluasi Sistem
Ditahap terakhir dari pengembangan sistem, penganalisis membantu untuk mengimplementasikan sistem informasi, tahap ini melibatkan pelatihan bagi pemakai untuk mengendalikan sistem, evaluasi yang ditunjukkan sebagai bagian dari siklus hidup sistem informasi biasanya dimaksudkan untuk pembahasan.
               Dari penjelasan tahap - tahap perancangan sistem informasi di atas, dapat dilihat gambar siklus hidup sistem informasi sebagai berikut :
 Gambar : Bagan Siklus Hidup Sistem Informasi
Sumber : “ Analisis Perancangan Sistem”, Edisi Kelima, jilid 1, Kendall & Kendall

1.5 Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi adalah:
1.      Basis Data
Basis data adalah kumpulan file (kelompok data) yang saling berkaitan sehingga suatu bangunan data dapat menginformasikan tentang suatu institusi/perusahaan dengan batasan-batasan tertentu.
2.      Software (Peranti Lunak)
Software (peranti lunak) adalah perangkat lunak komputer, misalnya bahasa pemrograman pascal, bahasa pemrograman basic dan lain - lain.
3.      Hardware (Peranti Keras)
Hardware (peranti keras) adalah perangkat keras komputer, misalnya keyboard, mouse, monitor, printer dan lain - lain.
4.      User
User adalah orang/pengguna jasa komputer.
5.      Informasi
      Informasi adalah hasil dari pengolahan data atau bermanfaat untuk   melakukan kegiatan manajemen

6 Mei 2011

PERANCANGAN SISTEM

Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.

Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
1.      Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
2.      Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3.      Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
4.      Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
5.      Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
6.      Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.

Langkah dasar dalam proses desain:

1.      Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.
2.      Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.
3.      Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.
4.      Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).
Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:
a.       Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)
b.      Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
c.       Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field informasi yang diperlukan.
d.      Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan.
e.       Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.
f.       Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
g.      Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
h.      Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
i.        Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
j.        Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.

5.      Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal ini adalah:
a.       Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.
b.      Menyiapkan  model yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.
c.       Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan merawat sistem.
d.      Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal di atas.

Prinsip Dasar Desain

Ada 2 prinsip dasar desain, a.l:

1.      Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.

2.      Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem informasi dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data collection, data processing, file update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.

Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:
1.      Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
2.      Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
3.      Data yang  dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke sistem.
4.      Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan informasi tersebut diperlukan.
5.      Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal
6.      Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.
7.      Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
8.      Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
9.      Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang besar dilakukan.
10.  Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
11.  Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
12.  Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
13.  File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
14.  Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.
15.  Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
16.  Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.

Untuk menganalisa sistem secara efektif, kita membutuhkan lebih dari sekedar perangkat permodelan; yaitu metode. Metode ini dari waktu ke waktu berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Siklus ini cenderung menglami perubahan yang berarti dengan ditemukannya bahasa generasi keempat dan terakhir generasi kelima dimana pendekatan dengan paradigma object-oriented dan kompatibilitas antar model.
Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam membangun sistem, yang pertama yaitu top-down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian terkecil misalnya sebuah kran pada kamar mandi. Metode kedua yaitu bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil. Pada awal 1980_an mulai dikenal teknik pendesainan terstruktur dengan menggunakan konsep pararel dan siklus, misalnya antara uji coba program dan pemrograman dapat dilakukan kerja pararel dan seandainya ada sesuatu yang salah ketika implementasi maka dilakukan survey, analisa dan desain ulang yang menggantikan metode pendesainan klasik yang cenderung serial.
Pada prinsipnya aktivitas pendesainan sistem secara terstruktur melingkupi :
§  Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan, mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
§  Analisa sistem ; menggabungkan laporan survey dan kebijakan pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan permodelan.
§  Desain ; mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
§  Implementasi ; merepresentasikan hasil desain ke dalam pemograman.
§  Uji coba desain ; menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.
§  Testing akhir ; menguji sistem secara keseluruhan.
§  Deskripsi prosedur ; pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk pemakaian dan pengoperasian.
§  Konversi database ; mengkonversi data, soalnya kata data sudah berarti jamak pada sistem sebelumnya.
§  Instalasi ; aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup, serah terima manual, perangkat keras dan pelatihan pemakaian.

Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam membangun sistem, yaitu :
  • Top-down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian terkecil misalnya sebuah kran pada kamar mandi. 
  • Bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil.

Pada prinsipnya aktivitas pendesainan sistem secara terstruktur melingkupi :
§  Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan, mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
§  Analisa sistem ; menggabungkan laporan survey dan kebijakan pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan permodelan.
§  Desain ; mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
§  Implementasi ; merepresentasikan hasil desain ke dalam pemograman.
§  Uji coba desain ; menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.
§  Testing akhir ; menguji sistem secara keseluruhan.
§  Deskripsi prosedur ; pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk pemakaian dan pengoperasian.
§  Konversi database ; mengkonversi data, soalnya kata data sudah berarti jamak pada sistem sebelumnya.
§  Instalasi ; aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup, serah terima manual, perangkat keras dan pelatihan pemakaian.



TIM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
·         Pemakai Akhir (end-user)
Orang yang memakai system informasi atau informasi yang dihasilkan system informasi. Dalam organisasi,pemakai internal dapat diklasifikasikan menjadi :
1.      Staf
2.      Manajer tingkat rendah
3.      Manajer tingkat menengah
4.      Manajer tingkat atas, dan
5.      Pekerja berpengetahuan

·         Spesialis teknologi informasi
Orang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi dan pengembangan system informasi. Umumnya orang2 ini berada dibawah bagian atau departemen Pengolahan Data Elektronik (PDE).
Tugas Personil yang berperan dalam pengembangan dan operasi system informasi :
1.           Operator, bertugas mengoperasikan komputer dan peralatan pendukung
2.          Analis Sistem (System Analyst), bertugas sebagai antarmuka antara pemakai informasi dan system informasi.Bertanggung jawab menerjemahkan kebutuhan pemakai menjadi rancangan basis data dan aplikasi
3.      Pemrogram Aplikasi (Application Programmer), bertugas membuat suatu aplikasi (program komputer) yang dibuat berdasarkan spesifikasi yang dibuat oleh analis sistem.
4.            Analis Pemrogram(Analyst/Programmer), bertugas sebagai pemrogram dan sekaligus analis system.
5.             Pemrogram system (System Programmer), mempunyai tugas khusus yaitu membuat program yang berhubungan dengan operasi internal komputer dan periferal.
6.             Administrator Basis Data (Database Administrator / DBA), bertanggung jawab terhadap struktur data dalam basis data yg digunakan dalam organisasi.
7.        Teknisi Komunikasi Data / Spesialis Komunikasi Data, bertanggung jawab terhadap masalah komunikasi data dan jaringan computer
8.      Teknisi Perawatan Sistem, bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi perangkat keras (hardware engineer).
9.             Webmaster, bertangung jawab terhadap halaman web yang dimiliki organisasi.
10.         Auditor PDE (EDP Auditor), bertanggung jawab memastikan bahwa sistem informasi yang berbasis komputermemenuhi azas2 akuntansi dan pengauditan sehingga keamanan data dalam sistem terjamin.